Pengembangan Sistem Evaluasi yang Baru Pada Penerapan Kurikulum 2013

Pengembangan Sistem Evaluasi yang Baru Pada Penerapan Kurikulum 2013

Pengembangan Sistem Evaluasi yang Baru Pada Penerapan Kurikulum 2013 – Berbicara tentang evaluasi tentu tidak akan jauh dari kat angka dan baik atau buruk. Sistem evaluais yang berupa angka telah menjadi subjek yang secaraturun temurun dilakukanoleh guru – guru ataupun tenaga ajar yang lain. Evaluasi dalam arti yang luas artinya adalah penilaian. Penilaian pada masa dahulu artinya adalah memberikan angka – angka pada suatu buku rapor siswa yang mana hasil evaluasi tersebut akan diserahkan pada orang tua. Evaluasi yang berupa angka tersebut telah tertanam secara mendasar pada pikiran guru ataupun orang tua siswa. Saat evaluasi mengalami perubahan maka orang tua murid yang tidak memiliki pemahaman akan sedikit kesulitan dalam mencerna hasil belajar siswa dalam satu periode mengajar atau dalam satu semester.

Pada kurikulum 2006 atau kurikulum KTSP sistem evaluasi siswa masih berupa angka – angka yang dapat dimengerti dengan mudah oleh para orang tua murid. Akan tetapi dengan perkembangan kurikulum 2013 ini, sistem evaluasi yang digunakan juga berbeda. Pengembangan sistem evaluasi pada kurikulum 2013 tidak hanya terpusat pada angka saja. Angka bagi kurikulum 2013 hanya sekedar tambahan untuk memberikan reward lebih pada siswa. Sistem evaluasi pada kurikulum 2013 ini lebih kompleks dari pada sistem evaluasi kurikulum KTSP. Saat menggunakan kurikulum 2013 guru dituntut utuk memahami satu persatu karakteristik siswa dan kelebihan – kelebihan yang dimiliki oleh siswa tersebut.

Pengembangan Sistem Evaluasi yang Baru Pada Penerapan Kurikulum 2013

Pengembangan sistem evaluasi pada penerapan kurikulum 2013 tidak hanya berpusat pada pelajaran – pelajaran tertentu saja. Menurut kurikulum 2013 ini merupakan kurikulum yang menerapkan bahan pengajaran tematik yang mana beberapa mata pelajaran digabung menjadi satu sesuai dengan tema dan diajarkan secara bersamaan. Dalam hal ini guru harus mampu melihat berbagai potensi siswa. Penilaian dalam kurikulum 2013 tidak hanya berpusat pada betapa cerdas anak tersebut dalam suatu pelajaran akan tetapi nilai karakter dari si anak juga menjadi bahan evaluasi oleh guru. Karakter dan kelebihan lain akan menjadi salah satu point penting dalam penerapan sistem evaluasi yang baru. Penilaian karakter anak akan lebih terbuka karena dalam kurikulum ini tidak ada anak bodoh sebab setiap anak memiliki kelebihan dan potensi masing – masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!