Meningkatkan Minat Baca Anak Melalui Perpustakaan Keluarga

Meningkatkan Minat Baca Anak Melalui Perpustakaan Keluarga – Membaca merupakan salah satu aktivitas terpenting dalam kehidupan seseorang. Anak-anak suka membaca pengetahuan akan sangat luas, di toko buku banyak berbagai jenis pengetahuan. Untuk mendapatkan buku-buku berkualitas, ada berbagai perpustakaan mulai dari perpustakaan rumah, perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum milik pemerintah. Dan kita bisa menikmati berbagai macam buku di perpustakaan.

Meningkatkan Minat Baca Anak Melalui Perpustakaan Keluarga

textbookleague – Perpustakaan merupakan salah satu tempat membaca buku. Hampir setiap negara memiliki perpustakaan, termasuk Indonesia. Di Indonesia, minat baca masyarakat masih rendah, sehingga buku jarang dibaca dan perpustakaan jarang dikunjungi. Faktor-faktor yang membuat perpustakaan rumah kurang sering dikunjungi adalah kurangnya karakter orang tua yang gemar membaca, tidak adanya ruangan yang representatif, dan kurangnya buku-buku yang menarik untuk dibaca anak, yang membuat anak senang membaca buku di perpustakaan. tidak ada peningkatan.

Baca Juga : Pelajaran Hidup Dari Buku Bagus Yang Harus Dibaca Semua Orang 

Minat dan budaya membaca di rumah pada umumnya masih sangat rendah, faktor ini bukan hanya kesalahan anak kita tetapi juga bisa berasal dari orang tua atau guru dan lingkungan. Kebanyakan orang tua tidak mempermasalahkan anaknya tidak suka membaca, banyak rumah tangga yang tidak memiliki perpustakaan rumah, kalaupun ada perpustakaan sering tempatnya kurang menarik, koleksinya jarang digunakan. buku yang sudah berdebu. Anak malas memegang buku di perpustakaan keluarga.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kecintaan anak terhadap membaca masih sangat rendah, dan tidak mudah bagi anak untuk semakin gemar membaca dalam kehidupannya. Namun, ada beberapa cara untuk meningkatkan minat baca anak, di antaranya:

Pertama, dengan memberikan reward. Merangsang minat membaca dapat dilakukan dengan memberikan hadiah. Kakek-nenek atau kakek-nenek dapat memberikan hadiah kepada anak-anak yang suka membaca dan sering pergi ke perpustakaan keluarga. Hadiah diberikan setiap ulang tahun anak, dan hadiah ini dapat berupa tabungan atau untuk tempat wisata, hadiah memiliki tiga fungsi lainnya, antara lain:

  • Memiliki nilai pendidikan. Hadiah tidak hanya berupa benda, tetapi juga memiliki arti lain, seperti menyadari bahwa Anda telah berbuat baik, membuat orang tua Anda bahagia.
  • Memotivasi anak anak. Anak-anak yang diberi penghargaan termotivasi untuk melakukan hal yang sama dan bahkan melakukan yang lebih baik, sehingga anak anak yang diberi penghargaan karena terlibat dalam membaca cenderung ingin memulai dari awal dan berbuat lebih baik.
  • Perkuat perilaku anak. Anak-anak yang menerima anugerah keyakinan dan kepercayaan lebih kuat karena menyadari bahwa tindakannya benar dan diakui oleh lingkungan setempat.

Kedua, tugas tugas yang berkaitan dengan perpustakaan rumah. Orang tua harus kreatif dalam merencanakan perkembangan anaknya karena dengan menggunakan media dan materi yang berbeda, anak akan lebih semangat dalam belajar sains. Dan salah satu cara agar mereka tetap tertarik untuk belajar dan sekaligus membuat mereka gemar membaca adalah dengan memberikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kecintaan mereka terhadap membaca. Misalnya, anak diajak berdiskusi tentang hal hal yang sedang terjadi dan diminta untuk mencari referensi di buku kemudian diminta untuk mendiskusikannya dengan teman bermainnya, sehingga mereka tidak menyadarinya, mereka belajar membaca.

Ketiga, misalnya dalam membaca.Seorang anak membutuhkan keteladanan dari lingkungan rumah untuk mulai gemar membaca. Percuma orang tua menyuruh atau mengajak anaknya membaca buku padahal orang tua tidak pernah menyempatkan diri untuk membaca buku, karena akan meniru orang tuanya.Sayangnya, kebanyakan orang tua jarang meluangkan waktu untuk membaca dan mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kantor atau di rumah mengobrol dengan tetangga dan orang lain menonton televisi di waktu luang mereka. Perilaku seperti ini akhirnya menular ke anak anak, sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu bermain dengan teman temannya.